Jarak Jauh

Kalian belum kenalan ya sama sosok "Bey"?
Dia adalah orang yang selalu ngasih aku alasan kenapa aku harus 'nampak' saat semua orang ga menyadari adanya aku diantara mereka.
Dia dulu adalah Bey-ku, ya dulu.

Semua kegiatan kita lewatin bersama, jarak gaada artinya untuk kita. Gaada tuh satu hari tanpa saling menatap meskipun lewat layar hp.
Perjalanan panjang ke Sukabumi maupun perjalanan singkat ke pecel ayam kesukaan kita, semua udah kita lalui. Omongan manis maupun omongan pedas menurut oranglain tentang kita, sudah kita terima.

Sayangnya, hal-hal itu tidak cukup kuat untuk menjadi alasan kita harus bersama. Ya, Bey-ku pergi.

Awalnya dia meminta waktu sendiri untuk tenang, dia perlu memikirkan beberapa hal. Nyatanya, aku terlalu kaget hingga tidak bisa memberinya waktu sendiri. Aku salah, aku menyesalinya. Lalu dia meminta kita berpisah.

Hingga akhirnya aku berusaha mendatangi rumahnya, walaupun Cikarang - Lubang Buaya tidak sedekat itu tapi seperti yang aku katakan tadi bahwa jarak gaada artinya.

Aku bertemu dengannya dan menanyakan bagaimana kelanjutan hubungan kami. Tapi sayangnya, kedatanganku tidak membuatnya berubah pikiran. Bey-ku ingin tetap kita menjalani kehidupan kita masing-masing seperti sedia kala.

Aku tentu saja tidak kuat menahan tangisku. ya. aku menangis di depannya. Usaha yang dia lakukan untuk menghiburku tidak lagi mempan. Aku terluka.

Kamipun berpisah. Ia memberikan tangannya untuk aku salam, lalu dia berkata "hati-hati ya"

Akupun mulai berjalan, namun aku tidak cukup kuat untuk melanjutkannya. Beberapa meter setelah aku pergi, aku berhenti beberapa menit untuk menangis. Namun ternyata tangisku cukup kuat hingga aku harus menangis dari Cikarang - Lubang Buaya.

Itulah kali terakhir aku bertemu Bey-ku. Aku ikhlas, asalkan dia bahagia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DOR!!!!

Abang Angkot ter-Sayang♡

Ester's Blog